Disil stuffs

rebranding

Aku gagal membuat blog ini jadi blog utama. Sebetulnya, alasan sebenarnya adalah aku memutuskan untuk tidak mau. Kenapa? Karena Aku akan membuat blog ini menjadi tempat bagi ytta (yang tawu tawu aja).

I need privacy. Banyak thought yang mau aku sebar, tapi takut membuat huru-hara di kalangan anak kelas dan juga orang tua yang sudah tau keberadaan blog disana.

Terlihat membingungkan? Ya karena aku pun bingung menjelaskannya. Aku mau pikiranku keluar, tapi kalau ditulis aku males. Sementara, kalau aku keluarin di blog utama, itu sama saja buka aib. Kalau curhat ke orang, gimana? ga punya temen..

Jadi, Aku putuskan untuk menjadikan blog ini lebih private. So, bagi kamu yang sedang membaca halaman ini, artinya kamu spesial, karena (kedepannya) bisa melihat beberapa hal yang lebih secret di hidupku.

Selain curhat, Aku juga akan mengepos cutted content dari All About Disil, alias konten yang 'ngga sebagus yg awalnya kupikirkan'. Aku juga akan mengepos 'honest review', alias review sesuatu tapi yang lebih bener (alias tidak dilebih-lebihkan atau dikurang-kurangin).

Untuk menandai rebranding blog ini, Aku mengubah tagline blog menjadi 'A blog where I tell the truth'. Sekilas mengingatkan pada havoc ketika Trump di ban dari twitter, trs dia bikin medsos sendiri yg namanya Truth Social (ik this is cringe).

Selain itu, aku juga mengubah font di blog ini menjadi Space Mono, sementara untuk judul dan menu navigasi menggunakan Roboto Slab. Untuk apa? Ya karena lagi pengen aja ngubah typography.

Makasih udah baca pos yang useless ini, see you in another content.

- 2 toasts