Disil stuffs

Selangkah menuju open source

Dengan pindahnya aku ke Linux, itu sudah termasuk langkah menjauh dari kontrol perusahaan di Silicon Valley. Nah, langkah selanjutnya adalah mengurangi pemakaian service yang mereka buat. Memang, it's impossible (at least for me rn) to seketika tidak memakai service tersebut, karena memang teman & keluarga aku baru tahunya yang begitu. And it's easy to use so why not?

Di ranah Linux masalah yang terjadi juga masih mirip dengan yang ada di Windows. Kondisinya begini; ada alternatif open-source, tapi kurang bagus untuk dipakai full-time. Contohnya ada driver nouveau sebagai alternatif bagi driver proprietary milik NVIDIA. Usable sih, tapi ga worth it untuk dipakai sehari-hari. Boros baterai, support kurang, arah dev kagak jelas dan lain sebagainya.

Kalau melihat dari sisi practical, Intel seperti berada di pihak open-source. Mereka membuat driver yang bagus (jadi fiturnya ga kalah saing dengan Windows), selain itu secara prinsip mereka juga membedakan antara driver yang full free dengan yang ada proprietary bits nya.

To be honest, LibreOffice is not that bad! Walaupun aku sendiri masih menemukan kesulitan dalam beradaptasi dengan UI notebookbar alias UI tiruan officenya. Look at this:

toolbar libreoffice ngebug (byk tombol hilang)
Lihat toolbarnya, tombolnya pada hilang

Tombol merge dan seterusnya ke sebelah kanan pada hilang. Jadi LO itu masih kurang konsisten dalam UI. Mungkin bisa ditingkatkan lagi ke depan, but who knows? Everybody seems to care only about the MS Office document compatibility, but only a few devs cares about the actual user experience.

Another apps that I can't use because it is hard is the GIMP. It is not user friendly, there are so many hidden features behind a hidden feature. It just confusing. What I do is I install Photoshop CS2 through Wine, and it works fine there.

Ngomongin soal Wine, ternyata semua aplikasi yang biasa aku gunakan di Windows bisa jalan dengan baik, meskipun untuk game perlu otak-atik dikit. Tapi biasanya bisa diselesaikan dengan opsi2 bejibun yang ada di winetricks

Btw mungkin untuk beberapa waktu ke depan aku akan lebih rajin pos di sini, karena tuntutan penggunaan bahasa lebih minimal (sehingga ga bingung nyusun kata). Makanya banyak pos yang alurnya kesana-kemari kayak pos ini.

That's it for now, see ya.

#privacy

- 0 toasts