Disil stuffs

Setelah #30day writing challenge

Banyak hal baru yang aku pelajari setelah mencoba tantangan menulis konsisten selama 30 hari. First of all, I am not a consistent person. Susah juga mau konsisten, padahal cuma 1 bulan. As usual, waktu awal-awal ambisius, bahkan 'nabung' pos blog dari hari sebelumnya, jadi tinggal dischedule.

Keenakan pake sistem schedule, akhirnya amburadul. Pas lagi gada ide dan ternyata gada pos yang lagi scheduled, langsung ngangong. Akhirnya cuma ide-ide second class yang bisa dikatakan ndak layak untuk di pos.

Second lesson that I've learned is; creating idea is not that hard, but implementing it into a proper text is the challenges. Sekarang aku jadi sering nemu ide random kapanpun & diamnapun. Karena ke sekolah boleh bawa hape, jadi pas jam istirahat aku bisa langsung mulai ngetik.

As usual rencana tidak sesuai dengan apa yang terjadi. Selain makan & jajan, teman yang mengajak mabar dan juga persiapan ulangan harian yang "kayanya gada habis2nya" mengganggu kegiatan yang perlu peaceful mind begini.

Bahkan sekarang lagi ngetik pos ini aja masih worried about ulangan PJOK besok. Some of you already know that I am absolutely noob on P.E, but materinya pun aku nge-blank.

Third lesson that I've learned is; I underrated my own writing skill. Di pos kemaren terbukti aku bisa bikin pos yang sampe 700 words ke atas dalam waktu ga sampe 1 jam. That's an achievement for myself. Dan tema tulisan yang bisa aku tulis ternyata ga cuma di bidang komputeran saja, di bidang yang lain pun juga bisa, walau kebahasaan yang digunakan masih simpel.

Last lesson is to do not go to Youtube or Wikipedia when you're writing a blog post. Itu pasti bikin distract 100% dijamin ampuh. But.. I still watch One Of Us ABBA mv right now, so yeah. maklum orang Indo, biasa nasehatin orang padahal sendirinya ga ngelakuin. Anyway that's it for today post, see you!👋

#experience

- 0 toasts